KOTOMONO.CO – Beli jeruk di pasar atau di supermarket mungkin sudah biasa bagi orang-orang kota. Tetapi, bagaimana dengan memetik buah jeruk dari pohonnya langsung di tengah kebun jeruk? Pernah?
Kalau belum, saya punya info bagus untuk kamu yang pengin ngrasain sensasinya memetik buah jeruk dari pohonnya. Ya, cuma buat kamu! Mau?
Tapi sebelum ke lokasi yang mau saya sasar, mungkin perlu saya ingatkan lagi soal pentingnya mengonsumsi buah jeruk. Ya, info usang sih. Tapi, tak apalah kalau ditulis lagi. Siapa tahu ada yang lupa.
Jadi gini, seperti yang kerap kita dengar, belakangan asupan vitamin C menjadi sangat diperlukan oleh banyak orang. Konon, vitamin ini bisa membantu memperbaiki dan menguatkan sistem kekebalan tubuh kita.
Nah, jeruk adalah salah satu jenis buah-buahan yang memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. So, nggak salah jika hari-hari ini banyak orang berburu buah jeruk. Entah itu belanja di pasar atau supermarket, atau kali aja beli via online.
Selain kandungan vitaminnya yang cukup tinggi, jeruk juga merupakan sumber serat dan folat. Bagus juga untuk pencernaan dan menurunkan kolesterol. Juga baik pula sebagai antioksidan.
BACA JUGA: 37 Tempat Wisata Hits dan Populer di Kebumen ini Wajib Kamu Kunjungi
Itu manfaat buahnya. Lalu, bagaimana jika kita berkunjung ke kebun jeruk? Apa manfaat yang bisa diperoleh?
Wah, banyak banget manfaatnya. Dengan kita pergi ke kebun jeruk, kita bisa menikmati suasana kebun yang mungkin saja jarang ditemukan di perkotaan yang padat. Kita bebas menjelajah di area kebun, menghirup udara yang masih terbebas dari polusi, dan merasakan sensasi hijauan.
Di sana kita bisa merehatkan pikiran sejenak. Membuang semua yang bikin isi kepala berasa penuh. Syukur pula jika kita sempat merasakan apa yang dirasakan oleh pohon-pohon itu. Singkatnya, kita bisa mengurangi risiko stress gegara banyak beban pikiran.
Lalu, kemana kita supaya bisa menikmati suasana perkebunan seperti itu? Di sini tempatnya! Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Ada tiga lokasi yang bisa kamu kunjungi di Kabupaten yang sekarang mulai ditumbuhi kawasan-kawasan industri besar baru itu.
Pertama, di Desa Toso, Kecamatan Bandar. Memang, informasi mengenai desa ini belum tersedia di laman web resminya Pemerintah Kabupaten Batang. Tapi, kamu bisa manfaatin google map untuk menemukan lokasi desa ini. Dari arah bandar, sebelum balai desa Tumbrep ada jalan belok kiri. Dari situ sudah mendekati lokasi sekitar satu kilometer.
Kedua, Desa Pangempon Kecamatan Bawang. Dari pusat Kecamatan Bawang, jarak desa ini kira-kira 1 kilometer. Sementara kalau dari ibukotanya Batang, melalui Bandar, desa ini ada di sebelah timur, berjarak 42 kilometer. Kalau kamu dari arah Limpung sebelum SMP Bawang itu ada jalan belok kiri. Dari jalan raya kurang lebih sekitar 200 meter.
BACA JUGA: 10 Rekomendasi Tempat Wisata Dieng Yang Instagramable Abis
Ketiga, Desa Pesaren Kecamatan Warungasem di Kabupaten Batang. Desa ini tak jauh-jauh amat dari Kota Pekalongan. Letaknya di sebelah selatan Kota Pekalongan. Cuma memang, lagi-lagi info seputar desa ini juga tidak tersedia di laman webnya Pemkab Batang. Jadi, memang kudu pinter-pinternya memanfaatkan google map lagi. Kamu bisa melewati jalan yang ke arah Balai Desa Pesaren. Kalo dari selatan sebelum perempatan, atau hubungi petaninya langsung, dengan Mas Majid (0852-9084-9823).
Di desa-desa itulah kita akan mendapati destinasi wisata baru. Wisata Petik Jeruk! Hm… pasti asyik nih!
Wisata Petik Jeruk, seperti dilansir dari republikjeruk.com, sebenarnya wisata edukasi bidang pertanian. Spesifikasinya langsung tentang tanaman buah jeruk. Di dalamnya, selain kegiatan memetik buah jeruk, juga diberikan pengetahuan tentang tanam jeruk beserta varietasnya.
Jadi, kita kalau kunjung ke lokasi, kita akan dipandu sama pemandu di sana. Mereka akan mengenalkan beragam varietas jeruk yang tersedia di sana. Mulai dari jeruk RGL, Terigas, Siam Pontianak, Montaji Agrihorti, Keprok Batu 55, dan banyak lagi yang lainnya. Wah, kebayang nggak tuh, ada banyak informasi penting yang bisa kita dapetin dan kita gali di sana. Asyik kan?
Teknologi Bujangseta
FYI, yang namanya tanaman buah selalu ada musimnya sendiri. Ada masa panennya sendiri. Untuk tanaman jeruk, biasanya panen bulan Juni sampai September. Tapi, kamu nggak perlu kuwatir, di Wisata Petik Jeruk, kita bisa memetik jeruk kapan kita mau. Kok bisa?
BACA JUGA: Tempat Wisata Keluarga Agrowisata Kebun Teh Pagilaran Batang
He he… ya bisa dong. Kan ada teknologinya. Teknologi Bujangseta. Namanya memang khas Indonesia banget. Bujang dan seta. Kalau dalam kamus, kata bujang identik dengan perjaka atawa pemuda yang masih lajang. Sementara kata seta, dalam bahasa Jawa artinya putih. Tapi, penyebutan nama Bujangseta sebenarnya akronim dari Buang Berjenjang Sepanjang Tahun. Dengan teknologi ini, kata Presiden Republik Jeruk, Isnen Ambar Santosa, “Hampir setiap hari ada buah yang bisa dipetik, walaupun jumlahnya belum banyak.”
Bahkan, di Wisata Petik Jeruk ini, panen bisa sampai 8 kali dalam satu tahunnya. Khusus di Batang, panen bisa lebih dari 3 kali hingga saat ini. So, untuk bisa memetik jeruk di Wisata Petik Jeruk Batang, kita perlu nih update info kapan masa panennya.
Soal kualitas buah hasil penerapan teknologi Bujangseta, Ir. Ary Supriyanto, M.S., menjelaskan, kalau kualitas buahnya premium seragam. Cita rasanya sesuai pasar. Kulit buahnya mulus dan harganya lumayanlah. Sekadar saran dari beliau, kalau memang kita datang ke Wisata Petik Jeruk pas waktunya belum panen, kita masih dilayani juga. Terutama, untuk keperluan edukasi tanaman.
Sementara, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, seperti dikutip dari laman balitjestro.litbang.pertanian.go.id menjelaskan, inovasi ini mampu mengatasi permasalahan petani akan pembuahan jeruk yang hanya terjadi sekali panen raya yang berkisar di bulan Juni, Juli, Agustus. Kedepan diharapkan petani dapat mengadopsi teknologi ini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Wisata Edukasi Buah Jeruk
Khusus mengenai wisata edukasi, pengunjung akan diajak muter-muter kebun sambil dipandu para ahli di bidang pertanian jeruk. Kita akan diberi semacam pengetahuan mengenai pohon jeruk sampai manfaatnya. Sasaran wisata edukasi ini meliputi ibu-ibu milenial yang peduli kesehatan dan suka berwisata di alam terbuka serta anak-anak sekolah dan keluarga.
BACA JUGA: 31 Daftar Tempat Wisata Batang Favorit dan Populer
“Roadmap kedepan sedang kita siapkan suatu kurikulum wisata pendidikan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan seperti, TK, SD, SMP-SMA, mahasiswa, dan untuk pengunjung umum,” imbuh inisiator program pengembangan jeruk semasa berbakti di Bappeda Kabupaten Batang ini.
Dikatakannya pula, akhir-akhir ini produktivitas Wisata Petik Jeruk diintensifkan. Harapannya, hasil panennya semakin banyak. Buah yang dipanen juga semakin banyak dan kualitasnya semakin baik.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi membludaknya antusiasme warga yang ingin berkunjung di Wisata Petik Jeruk ini. Awalnya, pengunjung ngotot memetik jeruk yang masih muda. “Sekarang sudah mending, jeruk yang mulai menguning. Kedepan harapannya buah bisa ditunggu sampai masak maksimal biar rasa dan aromanya juga josss,” kata Isnen yang kesehariannya berada di Dinas Pariwisata Kabupaten Batang ini.
Mengenai biaya, ada dua model yang ditawarkan. Pertama, model paket wisata sudah termasuk makan dan bawa pulang buah jeruk. Kedua, bayar sesuai bobot jeruk yang dibeli. Sementara itu, berdasarkan petani petik jeruk sendiri kemudian ditimbang berapa yang dipetik. Harga per kilogram berkisar 17.000 hingga 19.000 per kilogram.
“Ini semua masih berproses (berkembang) Mas. Ada yang sudah bikin gazebo juga. Ada yang berencana ditambahi kedai. Prinsipnya sesuai proses bisnis yang berjalan,” ujar Isnen mengenai pengembangan Kawasan Wisata Petik Jeruk ini.
BACA JUGA: Wisata Kekinian itu Kembang Langit Park, Anak Hits Ayo Merapat!
Akses untuk lokasi wisata petik semua bagus. Ada di pinggir jalan dan beraspal. Isnen menambahkan lokasi yang ada di dalam desa telah dipersiapkan untuk didorong lebih baik. Jeruknya dijual di lokasi yang telah diprogramkan untuk wisata petik. Sementara, untuk saat ini permintaan di lahan masih belum bisa mencukupi untuk dijual di pasar.
Republik Jeruk dan Program Kawasan Jeruk
Wisata petik jeruk ini dikelola oleh Republik Jeruk, sebuah koperasi dan produksi, industri jeruk. Sebuah inisiasi petani menuju korporasi untuk menghidupkan industri jeruk dan meningkatkan taraf hidup petani jeruk.
BACA JUGA: 40 Tempat Destinasi Wisata di Pekalongan Terbaru dan Hits
Isnen yang juga tergabung dalam Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) di Bidang Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat menceritakan Republik Jeruk berdiri bersamaan dengan proses menginisiasi Program Pengembangan Kawasan Jeruk di Kabupaten Batang. Inisiasi kegiatan ini dilakukan oleh Badan Perencanaan dan Litbang Kabupaten Batang dalam bentuk inisiasi Program Pengembangan Kawasan Jeruk di Kabupaten Batang. Jadi melalui proses diskusi
Peserta diskusi ini dari kalangan pemerintahan, LSM maupun petani. Pada saatnya program berjalan, komunitas ini bertambah dengan bergabungnya para peneliti jeruk dari Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kementerian Pertanian RI yang berkantor di Malang.
Dukungan sejak awal hingga saat ini dari Pemkab Batang dan Kementerian Pertanian RI melalui Badan Litbang Pertanian, dalam hal ini Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika, Malang. Dukungan dalam bentuk bantuan benih dan demonstrasi plot (demplot) dari Balitjestro, Malang. Pendampingan, serta biaya pelatihan dari Pemkab Batang.
Berdiri sejak Januari 2018, Republik Jeruk berikhtiar untuk mengembalikan Kabupaten Batang sebagai kawasan Jeruk. Pada 25 April 2018, Republik Jeruk diluncurkan sebagai sebuah komunitas petani sekaligus bersamaan dengan tanam perdana oleh Bupati dan pejabat Kabupaten Batang.
Sejak itu pula, terkumpul kurang lebih 100 petani jeruk yang menanam jeruk di lahan tanam seluas total 80 hektar. Kini jumlah anggota koperasi ini mencapai sekitar 400 anggota, antara lain petani dan peneliti jeruk.
“Pengembangan kedepan kami berharap bisa tumbuh suatu ekosistem bisnis jeruk yang core-nya ada di wisata petik ini. Suatu sistem yang melibatkan para pelaku dari sarana produksinya (jual pupuk, pupuk kandang, pestisida, dst), bisnis support (jeruk, guide, travel biro, kuliner, souvenir dst),” pungkas Isnen Ambar Santosa yang juga perintis, deklarator dan pengurus pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian selama dua periode sejak 2010 sampai sekarang.